BANDAR LAMPUNG- GUNUNG SUGIH Masa pelarian Nadir berakhir
sudah. Satu tahun menjadi buron, pelaku pembegalan disertai pembunuhan
ini ditangkap petugas Tekab 308 Satreskrim Polres Lampung Tengah.
Nadir dibekuk pada Sabtu (11/3) lalu di kawasan Bandarjaya. Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke kaki karena tersangka berusaha melarikan diri.
Bersama komplotannya, Nadir dikenal sebagai begal yang sadis. Mereka tak ragu melukai hingga menghabisi nyawa korbannya.
Saat beraksi di Trimurjo setahun lalu, Nadir bersama tiga rekannya. Dalam peristiwa itu, korban tewas setelah ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan obeng.
Ketika itu mereka baru pulang dari Metro. Saat melintas di Punggur, para pelaku mendapati korban sedang duduk di sebuah pos ronda.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Mereka mendekati korban dan langsung meminta sepeda motor milik korban.
Dia (korban) melawan. Terus kita tusuk dengan obeng di bagian dada. Setelah dia tersungkur, motor kami bawa lari," kata Nadir di Mapolres Lamteng, Senin (13/3).
Namun, ketika itu ada warga yang mengetahui peristiwa tersebut dan langsung melakukan pengejaran. Nadir sempat terjatuh dan meninggalkan motornya begitu saja.
Saya nggak tahu persis kalau korban meninggal karena yang menusuk kawan saya (masih buron)," terang Nadir lagi.
Nadir mengaku selama ini berada di Bandarjaya. Ia juga kerap melakukan aksi ke berbagai daerah di Lamteng dan luar kota.
Ia menggunakan hasil kejahatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Beraksi 10 Kali
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Resky Maulana menjelaskan, penangkapan Nadir berawal dari pengembangan kasus pembegalan sebelumnya. Kini polisi sedang mengejar satu pelaku lainnya yang masih buron.
Penangkapan Nadir setelah kita menangkap pelaku pembegalan. Dari dia, kita kembangkan perkara. Ternyata mengenal Nadir yang terlibat pembunuhan di pos ronda di Trimurjo tahun lalu. Setelah kita selidiki, pelaku Nadir berada di bandar jaya, dan langsung kita amankan," kata KASAT RESKRIM saat menggelar ekspose di mapolres, Senin.
Dari data kepolisian, Nadir telah lebih dari sepuluh kali beraksi di berbagai kabupaten/kota, mulai dari Metro, Tulangbawang, dan Lamteng. Atas perbuatannya, Nadir akan dikenai pasal 365 dan 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup.(DI)
Nadir dibekuk pada Sabtu (11/3) lalu di kawasan Bandarjaya. Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke kaki karena tersangka berusaha melarikan diri.
Bersama komplotannya, Nadir dikenal sebagai begal yang sadis. Mereka tak ragu melukai hingga menghabisi nyawa korbannya.
Saat beraksi di Trimurjo setahun lalu, Nadir bersama tiga rekannya. Dalam peristiwa itu, korban tewas setelah ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan obeng.
Ketika itu mereka baru pulang dari Metro. Saat melintas di Punggur, para pelaku mendapati korban sedang duduk di sebuah pos ronda.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Mereka mendekati korban dan langsung meminta sepeda motor milik korban.
Dia (korban) melawan. Terus kita tusuk dengan obeng di bagian dada. Setelah dia tersungkur, motor kami bawa lari," kata Nadir di Mapolres Lamteng, Senin (13/3).
Namun, ketika itu ada warga yang mengetahui peristiwa tersebut dan langsung melakukan pengejaran. Nadir sempat terjatuh dan meninggalkan motornya begitu saja.
Saya nggak tahu persis kalau korban meninggal karena yang menusuk kawan saya (masih buron)," terang Nadir lagi.
Nadir mengaku selama ini berada di Bandarjaya. Ia juga kerap melakukan aksi ke berbagai daerah di Lamteng dan luar kota.
Ia menggunakan hasil kejahatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Beraksi 10 Kali
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Resky Maulana menjelaskan, penangkapan Nadir berawal dari pengembangan kasus pembegalan sebelumnya. Kini polisi sedang mengejar satu pelaku lainnya yang masih buron.
Penangkapan Nadir setelah kita menangkap pelaku pembegalan. Dari dia, kita kembangkan perkara. Ternyata mengenal Nadir yang terlibat pembunuhan di pos ronda di Trimurjo tahun lalu. Setelah kita selidiki, pelaku Nadir berada di bandar jaya, dan langsung kita amankan," kata KASAT RESKRIM saat menggelar ekspose di mapolres, Senin.
Dari data kepolisian, Nadir telah lebih dari sepuluh kali beraksi di berbagai kabupaten/kota, mulai dari Metro, Tulangbawang, dan Lamteng. Atas perbuatannya, Nadir akan dikenai pasal 365 dan 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup.(DI)

files untuk apa bu
ReplyDeleteTidak pernah WD atau keseringan deposit?
ReplyDeleteSegera berahli ke ROYALQQ.POKER
Jalan menuju kemenangan ..
Main dan Buktikan sendiri
Gak bosan apa?
ReplyDeleteKalah mulu tidak pernah WD...
Disini ni... yang bisa membuat kamu rasain seperti apa itu kemenangan dan WD sebenarnya..
ROYALQQ.POKER
jalan menuju kemenangan...
Main dan buktikan sendiri...
ROYALQQ tidak memberikan janji tapi bukti...
hanya dengan deposit 15rb and sudah bisa bermain di semua jenis games populer yang ada di
ROYALQQ.POKER
So tunggu apa lagi? daftarkan segera ^^v
Gak bosan apa?
ReplyDeleteKalah mulu tidak pernah WD...
Disini ni... yang bisa membuat kamu rasain seperti apa itu kemenangan dan WD sebenarnya..
ROYALQQ.POKER
jalan menuju kemenangan...
Main dan buktikan sendiri...
ROYALQQ tidak memberikan janji tapi bukti...
hanya dengan deposit 15rb and sudah bisa bermain di semua jenis games populer yang ada di
ROYALQQ.POKER
So tunggu apa lagi? daftarkan segera ^^v
bagaimana caranya
ReplyDeletetrima kasih atas kunjungannya
ReplyDelete