loading...

BAHAYA BERBOHONG SAMPAI ANAK CUCU

DUNIA INFORMASI-- Pernah tidak kalian berpikir untuk berbohong kepada guru ataupun orangtua? kepada kawan, sodara,atau pun kepada pacar bagi yang memiliki pacar.

 Apa jangan-jangan sudah pernah kalian lakukan? atau lebih sering kalian lakukan?
DUNIA INFORMASI


Ingatlah, sampai suatu saat jika kalian membiasakan untuk selalu berbohong, maka ssampai kapan pun akan dari saat ini kebohongan kalian, terlebih jika kalian memiliki istri,anak, cucu, mereka tidak akan lepas jauh pengaruh nya dari kalian saat ini.

Sebuah studi di Inggris menunjukan, jika kamu tidak jujur sekali, maka kamu akan cenderung berbohong lagi dan lagi. Terkadang kamu berbohong untuk menutupi kebohongan-kebohongan lain.

Alasannya, otak tumbuh kurang sensitif terhadap perilaku tidak jujur dari waktu ke waktu, kata para peneliti. Studi itu melibatkan 80 orang dewasa berusia 18 sampai 65 tahun.

Peneliti meminta orang pertama menyebutkan jumlah uang dalam botol kaca pada pasangannya. Peneliti menjanjikan imbalan jika mereka melebih-lebihkan jumlah uang itu. Ternyata ketidakjujuran meningkat saat itu.

“Studi ini adalah bukti empiris pertama bahwa perilaku tidak jujur ​​meningkat,” kata Neil Garrett, penulis utama studi dan peneliti psikologi eksperimental di University College London.

Peneliti juga melakukan studi menggunakan MRI pada 25 peserta. Ternyata, amigdala, bagian otak yang terhubung dengan emosi, menunjukkan penurunan signifikan aktivitasnya saat menanggapi ketidakjujuran diri sendiri.

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa setelah penurunan aktivitas Amigdala pada percobaan pertama, bisa diprediksi setinggi apa ketidakjujuran peserta pada percobaan berikutnya. Semakin besar penurunan aktivitas amigdala pada percobaan pertama, maka makin besar kebohongan pada percobaan berikutnya.

Di amigdala sebetulnya ada sinyal keengganan untuk tidak berbohong lagi, sebab dianggap salah atau tidak bermoral. Tapi semakin orang berbohong, semakin memudar sinyal itu.

Orang dalam studi itu akan sangat berbohong ketika kebohongan itu memberi manfaat bagi diri dan pasangannya. “Ini mungkin karena lebih mudah untuk merasionalisasi kebohongan ini,” kata Tali Sharot, penulis studi sekaligus profesor ilmu saraf kognitif di University College London.

jadi untuk saat ini anda mengerti apa yang harus kalian lakukan saat ini dan  untuk kedepan nya, karena pasti nya jika anda pernah merasa di bohongi kalian tak ingin nama nya di bohongi, begitupun sebalik nya. 

(DI)

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "BAHAYA BERBOHONG SAMPAI ANAK CUCU"